Tampilkan postingan dengan label Makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makanan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Agustus 2021

Semangat untuk Merdeka

 

Hari kemerdekaan negara Indonesia jatuh pada hari Selasa ini. Libur tanggal merah juga tidak digeser seperti halnya libur hari besar 1 Muharam minggu lalu, libur tetap hari ini.


Ini tahun kedua di saat pandemi, kita merayakan hari kemerdekaan 17 Agustus. Kalau tahun lalu kami di Samarinda, tahun ini kami di Balikpapan, karena baru selesai dari isolasi mandiri dan masih ada PPKM yang diperpanjang hingga 23 Agustus nanti.


Libur tanggal merah tujuh belasan dimulai tadi pagi dengan mengikuti upacara secara virtual bersama sekolah anak-anak. Upacara sempat diundur dari yang semula dijadwalkan pukul 07.30 menjadi pukul 10.00. Ini karena cuaca yang kurang mendukung, dimana hujan turun deras di Samarinda, begitu pun di Balikpapan.


Jadi kami menunggu instruksi dari sekolah untuk mengikuti pelaksanaan upacara. Jika tadi hujan tak kunjung reda sampai jam 9, maka para guru bersepakat akan mengikuti upacara dari televisi yang diselenggarakan istana negara di Jakarta. Namun syukurlah sekitar jam 9 hujan pun reda di Samarinda.


Anak-anak bersiap menggunakan seragam hari Senin lengkap, lalu duduk di depan tablet menonton live streaming melalui platform Facebook.


Ini juga merupakan bagian dari tugas, yang mana setiap anak diwajibkan mendokumentasikan berupa foto kegiatan mengikuti upacara hari kemerdekaan tersebut, lalu mengupload foto dokumentasinya ke link pada Google Classroom. 


Sekolah juga mengadakan lomba tujuh belasan bagi seluruh siswa. Lomba-lombanya antara lain adalah lomba foto bersama orang tua bertema tentang kemeriahan kemerdekaan dengan menunjukkan kegiatan lomba tujuh belasan, seperti makan kerupuk, memasukkan paku kedalam botol atau membawa kelereng dengan sendok di mulut.


Lalu ada juga lomba menyanyi lagu nasional pilihan yaitu lagu hari merdeka, syukur atau ibu pertiwi. Ini dikhususkan untuk siswa kelas 1 sampai dengan kelas 3. Sementara untuk kelas 4 sampai dengan kelas 6 adalah lomba video menceritakan tentang sejarah kemerdekaan.


Aku mengajak anak-anak untuk ikut berpartisipasi di lomba ini. Jadi kami membuat foto kegiatan lomba makan kerupuk dan memasukkan stik es krim ke dalam botol (kami tidak punya paku). Tentu saja anak-anak antusias, walaupun ada saja drama dari anak bungsu yang kelas 1 SD.


Tak lupa aku meminta anak sulung dan juga ayahnya mencetak bendera merah putih untuk ditempelkan di dinding sebagai hiasan, karena kami tak sempat membeli bendera atau hiasan merah putih di toko. Minimal ada hiasan di dinding yang bisa meramaikan sedikit background untuk mengambil foto.


Dimulai dengan foto untuk lomba makan kerupuk, yang mana dari kemarin kita sudah membelinya dari paman sayur yang lewat masuk ke kompleks perumahan. Pesertanya adalah anak kedua dan ketiga serta ayahnya. Cukup seru walau ada drama ingin menang menghabiskan kerupuk dari si anak bungsu.


Kemudian lomba kedua, kami mengambil foto untuk lomba memasukkan stik es krim ke dalam botol. Pesertanya tetap sama, karena si kakak sedang ada yang dikerjakan, tapi dia tetap menjadi tim sorak-sorak. Sementara aku, tentu saja sebagai fotografer ala-ala.


Foto yang terambil terus terang mungkin tidak seprofesional yang sudah ahli, tapi cukup lumayan bagiku. Aku tinggal mengedit sedikit untuk menyesuaikan, lalu aku posting di media sosial Instagram anak-anak masing-masing. 


Untuk lomba menyanyi dan bercerita sejarah kemerdekaan masih belum kita lakukan, karena masih belum tahu, jadi ikut berpartisipasi atau tidak. Jika anak bungsu sudah siap, mungkin besok kita akan coba. Sejauh ini dia masih berusaha menghafal dan menyesuaikan dengan iringan irama lagu.


Paling tidak, kita ikut merayakan hari kemerdekaan. Dengan mengadakan lomba sederhana saja di rumah bersama anggota keluarga, anak-anak juga bisa sambil belajar bahwa meraih kemenangan itu tidak mudah, tapi butuh perjuangan keras.


Kita bisa menang, bisa juga kalah. Kalah bukan berarti lantas marah (nah, ini tadi kejadian dengan si anak bungsu yang masih berambisi untuk menang). Kalah artinya berjuang kembali untuk bisa menang di kesempatan berikutnya. Dan yang menang bukan artinya bisa bersantai dan membully yang kalah.


Meraih merdeka itu harus dengan kerja keras, usaha yang tiada henti serta tak lupa berdoa.


Seperti saat ini, kita sedang berusaha juga bebas, merdeka, dari pandemi yang berimbas ke segi manapun di masyarakat luas. Memohon kepada Allah tentunya setiap saat untuk segala kebaikan agar kita merdeka dari ikatan pandemi ini, dan meraih kemerdekaan diri yaitu kesehatan dan kebebasan beraktivitas dengan tanggung jawab yang lebih baik.


Bismillah, semoga Allah selalu melindungi kita. Aamiin.





#KLIP2021

#Agustuske17


Minggu, 15 Agustus 2021

Film "Selesai": Imbas Ketidaksetiaan

 

Tompi baru saja menjadi sutradara pada film keduanya bersama Imam Darto, sebagai penulis script. Dari sumber berita yang kubaca, sebelumnya mereka pernah berkolaborasi pada film Pretty Boys, yang sepertinya belum sempat aku tonton.


Film Selesai ini ditayangkan di aplikasi streaming Bioskop Online. Yang berbeda disini dari beberapa platform aplikasi menonton film, pada aplikasi Bioskop Online ini kita harus membeli tiket untuk bisa menonton film seperti layaknya kita pergi ke bioskop sesungguhnya. Namun tiket yang dibeli dapat digunakan menonton dengan durasi 48 jam sejak kita membelinya.


Tiket yang harus dibayar untuk film ini adalah senilai 40 ribu belum termasuk pajak. Dan cara pembayarannya pun variatif. Disini aku menggunakan aplikasi pembayaran Ovo yang menurutku juga mudah.



Pemeran Film yang Pas (Sesuai)


Bintang film yang memerankan film ini bisa dibilang menurutku pas, sesuai saja. Akting mereka bagus dan menjiwai sekalk. Sebut saja pemeran utamanya seperti Gading Marten yang memerankan tokoh Broto, Ariel Tatum sebagai Ayu sang istri sah dari Broto, dan Anya Geraldine yang memerankan tokoh pelakor. 


Didukung pula oleh Tika Panggabean sebagai Yani, Marini sebagai ibu mertua Ayu dan Farish Nahdi sebagai Dimas, adik Broto. Bahkan Imam Darto juga ikut mengambil peran disini sebagai pacar Yani.



Terlihat Baik-Baik Saja


Settingan latar film ini berkonsentrasi di sebuah rumah yang menurutku nyaman untuk sepasang suami istri. Disitulah pasangan Broto dan Ayu tinggal. Mereka ditemani oleh Yani, seorang pembantu rumah tangga. 


Rumah tangga yang terlihat adem ayem ternyata menyimpan sesuatu yang berkebalikan. Istri yang memendam rasa kecewa dan sakit hati karena sang suami selama dua kali, dua tahun, menyakiti dirinya karena berselingkuh dengan seorang perempuan bernama Anya. 


Sosok istri yang terlihat anggun dan tegar menurutku. Bisa memaafkan dan menerima suaminya yang telah berkhianat kepadanya. Bisa diam dan seolah tenang, dengan dalih kasihan dan sayang kepada ibu mertuanya.



Perasaan Yang Mulai Tidak Tahan


Memendam sesuatu yang tak enak tentunya tak selamanya juga enak. Perasaan terabaikan karena adanya seorang pelakor akhirnya membuat Ayu tak tahan. 


Sebuah underwear bertuliskan nama Anya, selingkuhan Broto, dengan emosi dilemparkan Ayu. 


Istri mana yang tahan dengan kelakuan suami yang tega berselingkuh berulang kali, bahkan dengan wanita yang sama. Jalan satu-satunya adalah meminta cerai dan pergi dari rumah nyaman itu.


Broto memang egois disini. Disaat rumah tangganya seperti diujung tanduk, dia masih saja tak bisa melepaskan diri dari selingkuhannya.



Mertua Membuka Tabir Rahasia


Sesaat hendak meninggalkan rumah setelah bertengkar hebat, tiba-tiba mertua kesayangan Ayu, ibunya Broto, datang dan hendak menginap di rumah mereka.


Alhasil mereka pun bersandiwara seolah tak terjadi apa-apa. Keinginan Ayu pun terpaksa tertahan karena melihat mertuanya begitu baik dan memperhatikan hubungan rumah tangga mereka.


Ternyata Yani adalah mata-mata ibu mertua Ayu yang sengaja diminta menjadi pembantu mereka. Ibu mertua Ayu sudah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada rumah tangga mereka.


Bukan cuma mengetahui tentang Broto dengan Anya, tapi juga tentang Ayu yang ternyata sering menghubungi Dimas, adik Broto, untuk sekadar curhat karena kesepian dan sakit hati karena perselingkuhan yang dilakukan Broto. 


Sayangnya Ayu tak mendapat tanggapan lebih jauh dari Dimas yang menyadari bahwa dia menghormati iparnya. 



Kesepian dan Depresi


Ternyata drama penemuan underwear dan pesan-pesan teks dan telepon ke nomor Dimas adalah buntut dari rasa kecewa dan kesepian Ayu yang ia buat sendiri.


Rasa cintanya pada Broto seperti tidak terbalaskan dengan sempurna, sehingga ia merasa seperti orang yang tak dibutuhkan. Dia sendiri. Kesepian.


Seorang istri yang memendam rasa cinta sekaligus kecewa karena perselingkuhan suaminya sendiri akhirnya bisa membuat depresi. Dia berhalusinasi. Dia sakit hati, menanggung beban kekecewaan, apalagi saat ditambah berita bahwa selingkuhan suaminya positif hamil. 


Terlihat bahwa dunia seorang istri hancur. Bukan saja karena pengkhianatan suaminya, tapi juga menerima kenyataan bukan dia yang akan memberikan cucu bagi mertuanya, tapi justru sang pelakor. Miris.



Pesan Bagi Lelaki (Hmm)


Setialah. Jika memang sudah jatuh cinta dan mengikrarkan diri menjadi seorang suami dari seorang istri, maka setialah kepada istri. Cinta yang memang sebenar-benarnya cinta. Bukan cinta sesaat karena nafsu sesaat dengan orang lain, lalu mengambil jalan pintas dengan selingkuh.


Akan ada hati yang tersakiti tentunya. Bahkan orang yang tersakiti bisa jadi akan mengambil jalan yang terkadang bisa tidak masuk akal, demi untuk membalaskan dendam sakit hatinya.


Ya, mungkin tidak semua istri. Tidak semua wanita. Tapi film ini bisa dibilang mewakili kejadian yang mungkin saja dan kerap terjadi di sebuah rumah tangga. Dalam realitanya, mungkin saja ada.



Film Dewasa Yang Ringan Ditonton


Menurutku film ini bagus ditonton oleh para pasangan suami istri atau yang mungkin akan menikah. Bahwa kehidupan rumah tangga itu membutuhkan komitmen dan kesetiaan.


Setidaknya itu pesan yang bisa diambil dari film ini. Tidak terlalu berat untuk ditonton dengan durasi tidak sampai dua jam. Film ini disajikan dengan santai, walaupun ada kata-kata yang sedikit vulgar digunakan. Plus ada juga adegan panas namun hanya samar. Itu sebabnya film ini diberi rating usia 17 tahun keatas.


But, ini menjadikan film Selesai jadi asyik untuk ditonton. Ending film terlihat menggantung dan seperti membuat penonton menebak-nebak apa kelanjutan ceritanya. 


Aku cukup surprised dengan plot twist yang disajikan di film kolaborasi Tompi dan Imam Darto ini. So, merapat ke Bioskop Online buat lihat sendiri ending-nya, ya!



Sumber foto: google imdb



#reviewfilmchindis

#filmselesai

#KLIP2021

#Agustuske15

Sabtu, 17 Juli 2021

A Perfect Fit: Find Your Fit

 

Netflix menayangkan film terbaru di tanggal 15 Juli 2021 kemarin. Film ini sudah masuk di daftar tunggu alias playlist-ku beberapa waktu sebelumnya, saat trailernya sudah muncul di platform Netflix.


Film ini bergenre komedi romantis. Tapi sebenarnya menurutku (disclaimer), sisi komedinya tidak terlalu banyak terlihat, lebih banyak menampilkan keromantisan. 


A Perfect Fit, judul yang cukup menarik. Skenario yang ditulis oleh Garin Nugroho ini disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu dengan durasi pemutaran sekitar 112 menit. 


Pemerannya bisa dibilang pas dan menjiwai dengan tokoh ceritanya yang ditampilkan. Mereka antara lain Nadya Arina sebagai Saski, Refal Hady sebagai Rio, Giorgino Abraham sebagai Deni dan Laura Theux sebagai Andra. Pemain senior pun turut serta seperti Christine Hakim, Ayu Laksmi, Mathias Muchus, Unique Priscilla, dan Karina Suwandi.



Pertemuan Tak Terencana

Cerita dimulai dari seorang gadis cantik yang merupakan fashion blogger bernama Saski bertemu dengan seorang peramal. Pertemuan dengan sang peramal membawa Saski bertemu dengan rentetan kejadian yang tidak disangka dan mengubah hidupnya.


Saski bertemu dengan Rio, seorang pengrajin sepatu yang tokonya didatangi oleh Saski dan Andra, sahabatnya. Rio pun ternyata seperti terpesona oleh Saski, seperti merasa jatuh cinta pada pandangan pertama.


Namun pada kenyataannya saat itu, Saski telah bertunangan dengan Rio, seorang anak pengusaha kaya raya di Bali yang berencana akan segera menikah. Bisa dibilang, Saski semacam dijodohkan dengan Rio karena keluarga Rio yang banyak membantu biaya pengobatan ibu Saski.


Pertemuan pertama Saski dengan Rio saat mencari sepatu yang pas untuknya membawanya pada pertemuan-pertemuan berikutnya. 



Mencari Kebahagiaan Diri

Saski merasa nyaman mengenal Rio. Rio mampu membuatnya mengenal sisi dunia yang lain dari dirinya. Yang tidak didapat Saski dari seorang Deni, tunangannya yang arogan dan keras hati.


Saski memiliki perasaan kepada Rio, namun dia sadar bahwa dia sudah bersama Deni. Rio pun merasakan hal yang sama, bahkan sejak awal melihat Saski. 


Rio seorang pengrajin sepatu yang gigih. Ia merasa yakin dengan Saski, namun lagi-lagi kenyataan ada Deni menjadi penghalang, ditambah lagi ibunya berniat menjodohkannya dengan anak sahabatnya.


Hari-hari Saski terasa berbeda bersama Rio yang penuh kelembutan dan santun kepada wanita. Dia membuka mata Saski untuk melihat bahwa dunia ini indah dan jangan menyerah pada keadaan. 


Sementara itu, rencana pernikahan Saski dan Deni pun dalam persiapan. Tak disangka, ada hambatan menyangkut adat istiadat di Bali yang menyangkut hubungan dan pernikahan Saski dan Deni. 


Belum lagi ditambah masalah Deni yang ketahuan bermain dengan perempuan lain di hotel miliknya dan berbuntut pada pertengkaran dengan sang ayah yang akhirnya tahu tingkah laku Deni yang bersedia menikahi Saski karena harta keluarga. Sehingga ayahnya pun marah hebat, dan menyerahkan aset perusahaan kepada adik Deni. Ayahnya pun membatalkan pernikahan Saski dan Deni.


Rencana acara pernikahan Rio dan anak sahabat ibunya Rio pun batal, karena ketidaksiapan hati Rio untuk berpaling dari Saski yang sangat dicintainya. 


Alam seperti berpihak kepada Saski dan Rio, sehingga akhirnya mereka pun bisa bersama. Berjodoh. Bersatu. Akhir yang bahagia untuk dua orang insan yang telah menemukan jodoh yang pas untuk masing-masing.



Keindahan dan Adat Bali

Cerita ini mengambil setting atau latar Bali. Terpampang sebagian budaya Bali juga adat yang masih kental dilakukan masyarakat Bali.


Seperti ditampilkannya budaya saat akan ada upacara adat di Bali, lalu permainan adat Bali, sampai pada adat istiadat untuk  menentukan jodoh dari perhitungan tanggal lahir kedua calon dan juga tradisi membersihkan diri.


Keindahan alam Bali pun disajikan walau hanya sedikit, termasuk daerah di suatu desa dan juga pantai.


Sempat ada ditampilkan acara adat Mapacci dari Makassar, yang merupakan acara untuk mensucikan diri calon mempelai.



Film Romantis nan Puitis

Kenapa aku bilang begitu? Karena menurutku memang ada kalimat-kalimat yang cukup puitis yang diucapkan. Penasaran? Ditonton aja nanti 😊.


A Perfect Fit. Menemukan yang sempurna untuk hidup yang bahagia. Mungkin bukan sempurna lebih tepatnya, tetapi yang 'Pas', yang 'Cocok'. Meskipun untuk mendapatkannya, perlu jalan berliku dahulu dan keyakinan.


Seperti dongeng, tapi bisa jadi memang ada kejadian seperti di film ini 🥰.


Film ini bisa jadi playlist weekend ini, loh. Saksikan di platform Netflix ya!





#reviewfilmchindis

#tulisanchindis

#KLIP

#Julike16


Rabu, 09 Juni 2021

Puding Segar : Snack Time


Cuaca dibilang panas juga enggak, dingin juga enggak, tapi lumayan gerah. Sempat hujan beberapa hari sebelumnya, tapi sekarang kembali cerah, Alhamdulillah.


Karena cuaca yang mendukung inilah, tengok-tengok ke dapur, dan ketemu dengan bahan yang bisa dibuat sesuatu yang seger-seger.


Okelah, berhubung ini memang sudah ingin membuat dari beberapa waktu lalu, namun sekali lagi karena niat itu baru saja menghampiri hari ini, bolehlah direalisasikan, daripada jajan diluar 🤭, mending habisin stok bahan di rumah dulu, biar nanti bisa sekalian belanja lagi (alasan banget ini pengen jalan-jalan sekalian shopping hehe - demi kewarasan diri yang hari-hari stay at home).


Sekalian juga aku mau mengisi ruang di challenge Snack Time besutannya Rumbel Boga IP Samkabar, ikut meramaikan ceritanya sih 😊. Padahal sih, ini cemilan murah meriah (tergantung harga cocktail sih 😆) yang menurutku segar dan enak pastinya hehe.


Yaps, aku mau buat yang simple saja, puding. Puding pastinya banyak juga yang suka. Variasi puding juga sekarang ini banyak banget. Mulai dari yang mudah membuatnya, sampai yang butuh effort dan keahlian meracik dan menata. Nah, kalau aku, tim gampang-gampang enak aja deh 😁.


Puding Segar saja aku kasih judul ya ✌.


Sebenarnya semua orang juga tahu, penampakan puding ini banyak yang sebut ini puding buah atau puding tahu, atau juga puding sutra. Resepnya pun beraneka macam penggunaan bahannya. Kalau kali ini, aku pakai yang mudah saja. 


Bahan:

1 bungkus agar-agar putih

Gula pasir (sesuai selera - aku 10 sdm)

Bubuk Vanilli (kira-kira 1 sdt)

1000-1100 ml air matang

100-200 ml susu cair

Susu kental manis (kurang lebih setengah kaleng-sesuai selera)

Sirup orange squash (aku merk A*C)

Buah kaleng (merk bebas asal enak, mau potong buah sendiri juga boleh)


Cara Buat:

- Masak agar-agar putih dan gula pasir dengan air matang. 

Gula pasirnya sesuai selera manisnya mau seberapa. Karena nanti ada susu kental manis.

Airnya menyesuaikan saja 1000 ml-1100 ml supaya pudingnya ga keras-keras amat. Karena kalau di petunjuk bungkus agar-agar tertera 900ml. Tapi kalau suka yang teksturnya padat, tak masalah 😉.

- Aduk merata sampai tercampur. Boleh sambil masukkan susu cair.

Karena aku pakai 1100 ml air, jadi susu cairnya aku cuma kasih 100ml. Sekali lagi, kira-kira aja ya 😊.

- Bubuhkan bubuk vanili.

- Jika sudah mendidih, matikan api dan masukkan susu kental manis, aduk sampai tercampur merata.

- Jika sudah agak dingin, sambil sesekali diaduk, boleh tuang ke wadah.

- Setelah sudah dingin dan mengeras, tuang sirup secukupnya dan beri topping buah kaleng (cocktail) diatasnya. Kalau mau pakai buah potong sendiri boleh saja, mana yang disukai saja 😉.

- Masukkan lemari pendingin alias kulkas.

- Sajikan dan nikmati saat dingin 😍.


Aku yakin sih, resep puding begini sudah banyak yang suka buat. Ada juga yang katanya pakai bubuk jelly (nutr*jell). Ada juga yang takarannya beda. Yaps, mana yang dirasa enak menurut lidah masing-masing ya gengs 🤗. 


1 resep puding tadi berhasil menjadi 6 porsi di wadah toples ukuran 250 ml. Ini kesukaan kami di rumah. Segar dan lumayan mengganjal perut di saat ingin makan tapi belum waktunya. Atau sebagai pencuci mulut setelah makan berat 🤭. 


Puding segar yang murah meriah. Hmm, tergantung juga sama harga buah kaleng (cocktail), kalau yang sudah diakui para pembuat puding, tentu tahu merk apa yang enak. Dan harganya pun berbeda. Kalau ingin polosan, boleh juga, masih enak dan segar juga kok. 


So, selamat menikmati cemilan segar, gengs! 



#KLIP

#Junike9

#waktunyanyemil

#tantanganrumbelboga

#rumbelbogaipsamkabar



Selasa, 08 Juni 2021

Pizza Roti Tawar: Snack Time Challenge

 

Hari ini ceritanya pas lagi buka-buka galeri dan akun sosial media Facebook, terlihat ada flyer challenge Snack Time dari Rumbel Boga IP Samkabar. Biasanya aku hanya melihat-lihat saja jika Rumbel Boga mengadakan challenge, tapi karena tertarik sama judulnya tentang cemilan, aku jadi ingin ikutan 😊. Apalagi melihat beberapa teman sesama IP Samkabar sudah ada yang membuat dan menurutku itu enak-enak dan simple untuk membuatnya.

So, karena di rumah saat ini ada bahan bakunya dan bahan pendukungnya, lalu ada waktu spare sambil menunggu dan menemani yang lagi belajar dan yang ulangan penilaian akhir semester, jadinya aku berpikir untuk membuat cemilan ala-ala. Nah, yang paling penting adalah, aku punya niat 😁 untuk bebikinan


Bikin cemilan kali ini yang gampang dan mudah saja (yang penting itu tadi, ada bahan dan niat hehe). Cemilan ini juga lagi sering terlihat seliweran penampakannya di beberapa akun media sosial. Bikin ngiler dan bikin lapar.


Sebenarnya, pada dasarnya, pizza roti tawar ini sudah lama pernah aku buat, bisa dibilang beberapa kali. Bedanya, roti tawar berbentuk kotak itu langsung digunakan sebagai based pizza yang tinggal aku kasih saos sesuai selera, lalu topping seperti potongan sosis dan keju parut. Kemudian dipanggang di teflon dengan api kecil. Mau pakai oven juga bisa kalau mau lebih maksimal panggangannya.


Udah biasa banget kan ya pastinya, karena semudah itu dan sesantai itu buatnya 😊. 


Sekarang ini, aku mau membuatnya setingkat lebih sedikit butuh usaha tambahan 🤭 (kayak apa aja hehe, padahal cuma ketambahan kerjaan gunting-gunting roti sama kocok telur).


Kita mulai cek ke bahan-bahannya, yaitu:

- Roti tawar (3-5 lembar, kira-kira maunya seberapa)

- Telur (2-3 butir, disesuaikan sama banyaknya roti tentunya)

- Margarin/Mentega/Butter

- Mayonaise

- Saos Sambal

- Saos Tomat

- Sosis/Smoked beef/Jagung pipil (apa aja sesuai selera)

- Oregano bubuk

- Parsley bubuk

- Keju Cheddar (diparut)

- Keju Spread/Mozarella (optional aja)


Bahan sudah ada, alatnya juga harus disiapin. Boleh pakai teflon anti lengketnya ya. Mau pakai loyang datar khusus pizza juga boleh. Jangan lupa oleskan margarin atau mentega.


Masuk ke langkah-langkah pembuatan yang super duper mudah 😊. Bisa sambil dengerin musik atau sambil lihat-lihat anak-anak juga kok hehe…


Well, urutannya kira-kira seperti begini:

- Roti dipotong dadu-dadu (lebih bagus sih sekitar 1x1 cm, karena menurut saya lebih kecil lebih bagus saja). Jumlah roti disesuaikan juga sama wadahnya.

- Kocok telur (banyaknya juga disesuaikan saja sama banyaknya roti yang digunakan).

- Setelah itu masukkan potongan roti tadi ke dalam kocokan telur, aduk sampai merata.

- Lalu masukkan adonan roti dan telur ke dalam loyang atau teflon atau fry pan anti lengket. Susun adonan roti dan ratakan sampai usahakan tidak ada lubang terlihat di antara potongan roti tadi. Boleh kasih margarin atau mentega pada loyang atau pan biar lebih enak dan gurih sih menurutku. Ya jaga-jaga juga biar tidak lengket 😁.

- Beri saos tomat atau saos sambal atau boleh campur keduanya.

- Beri mayonaise dan ratakan kembali.

- Disini saya tambahin keju spread, biar lebih ngeju ceritanya. Kalau ada mozarella lebih bagus lagi mungkin ya. Atau bisa juga pakai keju quick melt.

- Setelah merata ke seluruh based pizza, susun potongan sosis dan jagung pipil. Topping ini sesuai selera ya, mau pakai jamur juga bisa, smoked beef juga boleh. Fyi, untuk potongan sosis sebelumnya saya goreng sebentar. Direbus juga bisa.

- Kemudian taburkan keju parut, oregano dan parsley. Mau dikasih potongan mozarella lagi silakan.

- Lalu panggang dengan api kecil saja sampai matang. Kalau mau pakai oven juga bisa banget 😍.


Duh, ini mudah banget kan ya. Apalagi kalau ada roti tawar sisa dan hampir expired 🤭. Ini nih, solusi kalau lagi males beli atau lagi males mengadon tepung 😁.


Eh, rasanya tetap enak kok ❤ berasa makan pizza beneran.


Cobain deh…


So, selamat ber-pizza-ria ala-ala roti tawar yang dijamin anti gagal 🤩








#waktunyanyemil

#tantanganrumbelboga

#rumbelbogaipsamkabar

#KLIP

#Junike8



Rabu, 05 Mei 2021

Rapor April vs Sesi 1 bulan Januari-April: KLIP


Tak terasa sudah 4 bulan ini aku mengikuti KLIP (Kelas Literasi Ibu Profesional). Awalnya memang sedikit ragu, khawatir tidak bisa memenuhi persyaratan untuk komitmen dan konsisten menulis setiap harinya, dengan batas waktu tengah malam, tanpa boleh melakukan rapel. Merasa berat saat akan memulai, apalagi harus menulis dengan minimal 300 kata setiap setoran. Rasanya waktu awal-awal itu, apa bisa ya mencukupi target kata minimal itu?


Dan dimulailah keikutsertaanku setelah akhirnya mencoba memberanikan diri mendaftar, lalu mulai dari tanggal 1 Januari aku memulai menantang diri sendiri untuk membiasakan diri menulis, setiap hari, minimal 300 kata.


Aku menulis biasanya sesuai dengan apa yang sedang atau telah aku alami, aku dengar, aku lihat, aku rasakan atau yang sedang ingin aku tulis saja. Menulis setiap hari ini aku anggap seperti menulis sebuah diary saja, karena terus terang aku belum termasuk kategori penulis pro atau berpengalaman, apalagi sampai menerbitkan buku. Aku masih belajar menulis dengan baik, isi maupun tata bahasanya. Tapi, itu juga tergantung isi tulisanku, apakah santai atau sedikit formal. 


Selama kurun waktu 4 bulan di KLIP ini, yaitu bulan Januari sampai April, 15 hari setiap bulannya aku cukup terbantu mengisi setoran KLIP dengan adanya jurnal setoran harian kegiatan pada perkuliahan Bunda Sayang batch 6 yang sedang kuikuti. Selebihnya, aku tentu saja mengarang bebas, menulis apa yang sedang kupikirkan saat itu. 


Jika kuingat kembali tulisan-tulisanku selama sesi 1 ini, selain setoran jurnal Bunda Sayang tadi, ada juga tentang review film yang kutonton, tempat yang kukunjungi, kegiatan bermain dan belajar dengan anak, makanan, lalu tulisan tema tantangan dari admin KLIP dan hal apa saja yang menurutku menarik untuk kutulis.


Media yang kugunakan di KLIP untuk menyetorkan link tulisan cukup bervariatif. Untuk tulisan yang sekaligus sebagai setoran perkuliahan Bunda Sayang, aku menggunakan media Tumblr. Lalu aku juga menggunakan google drive untuk beberapa tulisan yang aku merasa masih insecure untuk aku bisa publish di sosial media. Facebook dan Blog pribadi juga termasuk mediaku untuk menulis.


Di bulan Januari aku akhirnya bisa menuntaskan 30 hari, artinya 30 tulisan berhasil kuserahkan (aku missed 1 hari karena kelupaan dan ketiduran). Lalu bulan Februari aku menyetorkan penuh sebanyak 28 tulisan. Dilanjut di bulan Maret, akupun menuntaskan 31 setoran tulisan. Dan di penutup sesi 1 di bulan April, aku akhirnya bisa menyerahkan 30 tulisan. 


Di setiap bulannya, aku dan para member KLIP mendapatkan rapor pencapaian menulis. Apresiasi badge You're Outstanding pun aku dapatkan, karena dapat menyelesaikan setoran tulisan setiap hari (30 atau 31 hari, dan khusus bulan Februari hanya 28 hari). Aku tidak menyangka bisa melewati ini dengan baik, dimana setiap harinya aku merasa terpacu untuk menghasilkan satu tulisan, walaupun itu sederhana, tidak sekompleks atau seilmiah teman-teman penulis lain.



Tabel rekapitulasi ini aku buat berdasarkan hasil setiap bulannya yang diberikan. Dan aku masih sangat jauh sekali dari teman-teman KLIP lain yang bisa menuangkan kata-kata dengan apik, hingga beratus-ratus kata. 300 kata saja ini terkadang cukup ngos-ngosan. Tapi ada saat beberapa kali, aku menulis dengan begitu mengalir, sehingga tidak terasa jumlah kata yang kuhasilkan bisa mencapai 1000 kata. 



Sesi 1 pun selesai, beranjak ke sesi 2 dimulai dari bulan Mei ini sampai bulan Agustus. Dan aku sungguh surprised mendapatkan apresiasi sebagai 15 besar dari 564 peserta KLIP yang dinilai konsisten dalam menyetorkan tulisan setiap harinya. Rincian statistik dalam waktu bulan Januari sampai bulan April, aku menyelesaikan 119 tulisan dengan jumlah keseluruhan 60.315 kata, sehingga saat penghitungan aku berada di urutan kedua setelah mbak Risna dari Chiang Mai, yang memang tulisannya menurutku rapi, bagus dan menarik.



Ini adalah sebuah apresiasi yang diberikan agar aku bisa mempertahankan komitmen dan konsistensiku dalam menulis. Aku juga tetap harus belajar untuk menulis dengan lebih baik. Karena menulis juga termasuk dari healing therapy dan pengisi waktu luangku. Yang terpenting juga, aku menulis dengan senang hati dan bahagia. Semoga apresiasi ini membuatku lebih semangat lagi dalam menulis. 




#KLIP

#Meike4

Senin, 26 April 2021

Kastangel: Bikin dengan resep mudah



Hari ini akhirnya terlaksana juga membuat kue kering, setelah sekian lama tidak berurusan dengan bebikinan kue. Kastengel adalah pilihan kue kering aku hari ini. Aku memang aku suka sama kastengel karena ada keju didalamnya. Resep yang kugunakan kali ini, ya yang sederhana saja, simpel, mudah dan tentunya ada bahannya di rumah.


Kemarin di Instagram aku kebetulan melihat postingan kue kering kastangel dari seorang selebgram finalis dari masterchef Indonesia. Kulihat mudah dan tidak memerlukan bahan yang susah. Jadi, resep dia yang aku pakai untuk membuatnya hari ini. Sebenarnya banyak resep kastangel, mulai dari yang menggunakan bahan premium terutama jenis keju yang dipakai dan juga bahan tambahan lain seperti roombutter yang cukup mahal, namun rasa sudah pasti berbeda.


Resep kastangel ala masterchef Fajar Alam (begitu namanya di Instagram) yang kugunakan ini adalah:

  • 200 gram tepung terigu

  • 150 gram mentega

  • 150 gram keju edam atau cheddar (sesuai budget saja)

  • 2 butir kuning telur


Sementara untuk lapisan atas kue kering menggunakan kuning telur dan sedikit susu cair yang dikocok rata. Lalu untuk topping diatasnya bisa diberikan parutan keju cheddar.


Cara membuatnya juga tidak ribet dan tidak perlu menggunakan mixer, cukup dengan spatula atau tangan. Semua bahan diatas tadi (ada empat bahan) dicampur menjadi satu dan diaduk rata. Aku tadi menambahkan sedikit maizena dan vanilli, idenya cuma karena iseng aja hehe. Untuk keju aku pakai cheddar saja, karena tidak terpikir beli keju edam yang cukup lumayan mahal. Mentega pun aku menggunakan merk Blue Band Cake and Cookies, karena tidak sempat juga mau beli roombutter untuk sedikit tambahannya, yang mana kata ibuku, roombutter bikin kue kering lebih enak. Ya, tak apalah, kali ini mengikuti apa kata resep, yang penting mudah dan cepat.


Setelah adonan tercampur rata, aku bungkus plastik wrapping dan masukkan ke kulkas sebentar, meskipun di petunjuknya tidak ada, tapi katanya bikin adonan mudah dibentuk, jadi cukup 10-15 menit saja sambil menyiapkan olesan dan topping parutan keju, menyiapkan loyang atau sambil membereskan wadah yang sudah tidak digunakan. Tak lupa aku memanaskan oven listrik sekitar 10 menit di suhu 150 derajat.


Setelah kurang lebih 15 menit, adonan lalu aku ambil dan mulai aku bagi sedikit-sedikit untuk dicetak. Cukup digiling dengan baking roll, tapi karena aku tidak ada, jadi aku menggunakan botol kaca. Pipihkan kurang lebih setebal 1 cm, lalu potong-potong adonan sebesar separuh telunjuk, atau sesuai selera saja. Taruh adonan yang sudah dicetak ke dalam loyang yang sudah diberi baking paper dan sedikit taburan tepung terigu. Jika loyang sudah penuh, boleh langsung diolesi dengan campuran kuning telur dan susu tadi, lalu bubuhkan parutan keju di atasnya. Setelahnya, panggang di oven (aku menggunakan oven listrik) dengan suhu 150 derajat api atas bawah selama 30 menit. Tapi karena aku ada dua loyang, satu rendah dan satu ceper, jadi aku panggang pertama 20 menit lalu kemudian tukar posisi loyang dan panggang kembali 10 menit.


Menurutku hasilnya lumayan, keju juga terasa. Ya setidaknya buatku dan anak-anak hehe. Resep ini sekali lagi cukup mudah dan sederhana, terutama bagi yang kurang suka ribet-ribet dan cuma bahan apa adanya. Tapi intinya bagiku, kalau mau bebikinan begini, yang terpenting itu niat 😊. 






#kastangel

#chindismenulis

#KLIP

#Aprike26


Bundles of Stories - Simplicity Writing

Waktu itu Berharga

    Aku menutup buku catatan harianku setelah selesai menuliskan rencana kegiatan untuk esok hari. Ini satu diantara kegiatan di akhir har...