Tampilkan postingan dengan label Fun and Learn. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fun and Learn. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Maret 2021

Bermain & Belajar : Puzzle Warna

Beberapa kegiatan bermain sambil belajar yang saya lakukan dengan anak yang berusia 5 tahun ada yang telah diunggah di akun sosi media Instagram. Sekedar sekalian untuk disimpan dan sewaktu-waktu bisa dilihat. Atau mungkin bisa menjadi bahan teman-teman pengikut akun saya jika ingin membuat permainan sekaligus belajar. Ide permainan ini pun saya ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) dari akun pembelajar yang saya ikuti. Lalu, saya mencoba untuk membuatkannya untuk si anak dengan dimodifikasi sesuai selera saja.

Kali ini tentang puzzle. Ide permainan dengan menggunakan puzzle ini cukup banyak variasinya. Dari yang paling mudah sampai yang tingkat lebih sulit. Kalau yang sering kita jumpai adalah puzzle yang berisi kepingan-kepingan atau potongan-potongan sebuah gambar, yang harus disusun kembali. Puzzle bisa diartikan sebagai sebuah tebakan atas sesuatu hal yang akan menjadi lebih jelas diketahui jika kita menyusunnya menjadi satu kesatuan. Saat ini puzzle yang dibuat adalah memasangkan atau mencocokkan warna yang tertera pada potongan berbentuk persegi.

Untuk membuatnya tidak sulit, hanya butuh beberapa bahan yang pastinya ada di rumah, diantaranya:
🌸  Kardus bekas
🌸  Spidol hitam dan berwarna
🌸  Gunting dan cutter
🌸  Pensil dan penggaris

Kemudian, langkah-langkah yang dilakukan yaitu:
🌱 Menyiapkan tempat untuk puzzle dari kardus bekas yang dibentuk menjadi sebuah persegi atau persegi panjang, sesuai selera saja. Lalu buat pola untuk menempatkan puzzle. Kalau pada contoh digambar, saya membuat delapan buah gambar kotak persegi. Kemudian delapan kotak tersebut dilubangi sedikit namun tidak sampai ke dasar kardus.
🌱 Membuat juga delapan buah potongan kardus berbentuk persegi (sama dengan bentuk pola yang digambar pada tempat puzzle akan dimainkan).
🌱 Setelah itu, beri bulatan dengan spidol warna yang berbeda (saya gunakan empat warna). Usahakan saat memberi bulatan, potongan kardus tadi disusun dahulu pada tempatnya.
🌱  Puzzle sudah siap dimainkan, diacak terlebih dahulu, lalu anak akan memasangkan potongan kardus tadi sesuai bulatan warnanya masing-masing.

Ini permainan yang mudah sekali, tak memakai gambar, melainkan bermain dengan susunan empat warna. Maksud dari permainan ini adalah secara sederhana mengenalkan empat warna dasar, yaitu merah, kuning, hijau dan biru. Kemudian melatih konsentrasi anak dalam mencari potongan kardus  dan memasangkannya dengan tepat serta sesuai dengan padanan warnanya pada masing-masing potongan puzzle. Karena disini bukan hanya memasangkan satu sisi warna, tetapi keempat warna pada tiap sudut.

Seru ya, kan? 😊. Oya, bagan puzzle ini juga bisa dibuat lebih besar lagi, tentunya dengan potongan-potongan puzzle yang menjadi lebih banyak dengan menggunakan banyak warna. Lain kali bisa kita coba, ya ☺.






#bermainsambilbelajar
#KLIP2021
#Maretke1

Selasa, 26 Januari 2021

Bermain & Belajar - Floating Blossom Flower

Sebut saja ini, Floating Blosson Flower, artinya bunga yang mengembang dan mengambang 😆. Ya, begitulah kira-kira menurut bahasa saya sendiri. Permainan yang seru dan menyenangkan bagi anak tentunya, tidak memerlukan banyak modal besar tapi bisa sekalian belajar sesuatu yang sederhana. 


Untuk buat bunganya, bisa dari kertas biasa dan boleh pakai pola biar rapi atau tidak pakai pola pun tidak masalah seperti yang saya lakukan (kalau mau pake origami juga boleh banget), jadi ala kadar saja bentuknya. Warnain pakai spidol suka-suka mau warna apa aja. Terus dilipat atau ditangkupin kurang lebih begitu, pokoknya kayak dikuncupin saja dulu 😅


Ambil wadah apa saja, boleh piring besar, baskom atau ember seadanya di rumah 🤭 lalu isi air deh. Bunga yang kuncup ala-ala tadi cemplungin ke wadah berisi air tadi. Dan... bisa dilihat, perlahan si kuncup mengembang bermekaran 🤩.


Noni bungsu senang, pagi-pagi dikasih booster mood begini 😉 biar belajar ngaji dan calistungnya lebih semangat. Lihat bunga-bunga kertas bermekaran, doski takjub, kok bisa... dijelasin secara sains sederhana aja, bahwa kalau kertas bisa menyerap air, jadi waktu dicelupin bagian bawahnya, si air terus cari bagian kertas lain yang kering, akhirnya semua basah dan si bunga mengembang deh 😁


Permainan ini udah banyak seliweran, baru sempat atm sekarang (bikin bunganya itu loh yang mesti niat 😆). Mau model bunga kertas apa aja terserah, tapi sepertinya bahan yang digunain mungkin tidak bisa yang tebal apalagi kertas yang waterproof 😝 (tapi mungkin kalau ada yang mau coba, bisa sharing hasilnya). Kalau anaknya sudah pinter bikin sendiri bunga-bungaan, boleh sekalian diminta buat. Ala kadar saja juga tak mengapa, sekaligus melatih keterampilan menggambar. 


Ini bermainnya cepet aja (menyiapkan bunga saja yang agak takes time 😉). Kalau masih bisa dikeringkan, mungkin bisa digunain lagi, kalau sudah tidak bisa ya mau tidak mau dibuang ke tempat sampah. Intinya, ibunya saja excited waktu lihat bunga-bunga bermekaran, apalagi anaknya 🥰








#bermainsambilbelajar

#5yo

#blossomflower

Minggu, 24 Januari 2021

Belajar Membaca Suku Kata

 Suku kata? Pasti semua orang pernah belajar suku kata saat awal-awal mulai belajar membaca. Metode ini banyak digunakan oleh para pengajar anak usia dini, sebagai persiapan untuk memasuki jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD). Walau demikian sudah kita ketahui ada rentang usia yang baik untuk anak belajar membaca, namun tidak sedikit yang sejak dini mulai belajar mengenalkan huruf sampai belajar membaca.

Sebelum masuk belajar suku kata, tentu saja harus ada pengenalan huruf atau abjad. Setelah itu baru mengenalkan suku-suku kata. Kemudian bisa lanjut ke merangkai suku-suku kata menjadi sebuah kelompok kata lalu kalimat sederhana. Keuntungan dari menggunakan metode ini antara lain adalah:

- Mempercepat proses penguasaan kemampuan membaca sebagai permulaan, karena tidak ada proses mengeja huruf demi huruf.

- Dapat belajar mengenalkan huruf dengan merangkai suku kata yang dipergunakan.

- Dapat secara mudah mengetahui berbagai macam kata dalam kegiatan belajar membaca bagi pemula.

Metode ini bisa dibilang dapat membantu anak yang mengalami kesulitan belajar seperti cepat bosan, sehingga bisa digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar membaca anak. Kita bisa mengaplikasikan cara ini tentu dengan menggunakan buku-buku belajar membaca dengan metode suku kata yang memang sudah banyak dijual di toko-toko buku. Selain itu kita juga bisa menggunakan media kartu suku kata. Kartu suku kata juga sudah banyak dijual, namun kali ini saya mencoba untuk membuat sendiri buat anak.

Untuk membuat sendiri tidaklah susah, namun tentu saja membutuhkan waktu ekstra, ya. Kita hanya perlu kertas atau karton polos putih atau berwarna sesuai keinginan, yang kemudian dipotong kecil-kecil berbentuk persegi. Lalu setelahnya kita tuliskan pada masing-masing potongan tadi suku-suku kata. Saya juga menambahkan beberapa potongan karton yang ditulis hanya huruf atau abjadnya saja. Jika sudah selesai, boleh disusun berurutan abjad atau sesuai kebutuhan dan keinginan.

Belajar membaca dengan metode suku kata yang menggunakan kartu suku kata ini cukup menarik anak saya. Jadi saya menyebutkan satu kata lalu kemudian dia mencari potongan-potongan padanan suku-suku kata tersebut untuk dirangkai menjadi 1 kata yang disebutkan. Proses ini dilakukan seperti seolah-olah kita sedang bermain, namun dibalik itu kita sambil mengenalkan dan mengajarkan anak membaca. Menurut saya ini seru, menyenangkan dan minim kebosanan. Tetap saja kita tidak bisa memaksakan anak usia dini untuk segera bisa membaca, karena ada tahapan-tahapan yang akan dilewati anak untuk mencapai kemampuan membacanya dan saya sebagai orangtua mengarahkan serta mendampinginya. Cobain, yuk! 😊


Referensi:

Berbagai sumber google


《cyndiealia - bukan pengajar, tapi sedang mengajari anak ☺》















Bermain&Belajar - Menyusun Kalimat

Belajar yang paling asyik bagi anak-anak tentu saja belajar dengan suasana dan cara yang menyenangkan. Terutama untuk tipe-tipe anak tertentu yang tidak suka belajar secara monoton. Sekarang ini sudah banyak sekali bertebaran cara-cara asyik membuat anak belajar sesuatu melalui bermain. Seperti sebelumnya saya mencoba mengadaptasi dari seseorang di media sosial untuk membuat suatu pembelajaran dengan media sederhana sambil bermain.


Kali ini saya membuat kembali sebuah permainan menyusun sebuah kalimat sederhana dari tiga buah kata secara acak. Ini sederhana sekali, bahan yang digunakan pun tidak merepotkan. Kita cuma butuh beberapa lembar kertas putih ukuran A4 (jika ingin lebih bagus bisa menggunakan karton putih atau sesuai bahan yang tersedia di rumah). Lalu siapkan spidol hitam dan warna-warni, gunting dan lem kertas atau bisa menggunakan isolasi bolak balik.


Cara membuatnya mudah saja, yaitu:

- Potong kertas menjadi 3 bagian (disini saya menggunakan kertas polos ukuran A4). Kemudian masing-masing bagian tadi dituliskan beberapa kata sesuai keinginan kita. Karena saya ingin menyusun sebuah kalimat sederhana yang terdiri dari subjek, predikat dan objek (dalam pelajaran bahasa Indonesia, tentu masih ingat dengan kalimat SPO), maka untuk lembar bagian pertama saya tuliskan beberapa subjek seperti nama orang dan subjek lainnya. Lalu lembar bagian kedua saya tuliskan beberapa jenis kegiatan atau jenis pekerjaan yang biasa dilakukan orang dan lembar bagian ketiga saya tulis beberapa objek dari suatu kegiatan. Jumlahnya terserah, secukupnya panjang kertas yang digunakan.

- Ambil 1 lembar kertas A4 lain (boleh karton), lalu pada lembar itu cukup dilipat dua, lalu buat 3 bolongan atau lubang bentuk persegi panjang pada bagian tengah kertas yang sudah dilipat tadi. Jika ingin dihias boleh saja, kali ini saya cukup menghiasnya dengan coretan-coretan warna-warni.

- Masukkan 3 lembar bagian yang berisi kata-kata itu ke masing-masing lubang. Aturlah dilubang pertama adalah lembar kata-kata berisi nama subjek, lalu lubang kedua untuk lembar bagian predikat atau jenis kegiatan atau pekerjaan, kemudian di lubang ketiga adalah untuk lembar bagian kata-kata berisi objek atau sesuatu hasil kegiatan.


Jika sudah jadi semua, memainkannya pun cukup menyebutkan kalimat apa yang ingin kita sampaikan ke anak dan anak akan mencari padanan kata-kata dan menyusunnya pada lembaran kertas yang sudah dibuat. Pada hasil karya ATM yang saya buat ini, bisa dilihat contohnya bahwa saya menyebutkan (boleh juga dituliskan) sebuah kalimat sederhana, misalkan 'ibu baca buku', kemudian anak akan mencari kata-kata yang disebutkan disetiap lembar bagian tersebut. 


Oya, permainan sambil belajar ini tentunya dapat diaplikasikan pada anak yang sudah mengenal huruf dan sedang belajar atau bisa membaca. Cara ini bisa membuat anak seolah-olah belajar namun dengan suasana yang lebih santai dan gembira. Namun jika anak belum mengenal huruf atau belum bisa membaca, bisa juga dimodifikasi sesuai kebutuhan, misalkan seperti menyusun angka, gambar atau warna. Yuk, dicoba :)



Menyusun kalimat


#bermainsambilbelajar

#idebermain

#atmidediy


《cyndiealia》



Sabtu, 23 Januari 2021

Mengenal Angka, Bentuk dan Warna

Lagi suka lihat ide-ide bermain sambil belajar di media sosial. Ide-ide bermain dengan konsep DIY atau Do It Yourself ini sangat banyak seliweran di linimasa media sosial saya. Mereka sungguh kreatif dan memiliki ide-ide yang mengagumkan untuk membuat sesuatu permainan namun juga bisa menjadi media pembelajaran bagi anak, terutama anak usia dini atau PAUD.


Hal ini jadi membuat saya mencoba untuk ATM, yaitu Amati-Tiru-Modifikasi beberapa contoh ide bermain dan belajar dari akun-akun yang banyak berkecimpung dalam dunia permainan sambil belajar. Kali ini sebuah permainan mencocokkan dan memasangkan angka, bentuk bangun datar dan warna. Ini sangat sederhana dan mudah untuk dibuat, karena cukup menggunakan kardus bekas, spidol warna-warni dan jika dibutuhkan bisa sedia kertas origami (ini tidak perlu jika ingin menggunakan kardus bekas dengan spidol).


Karena disini permainannya adalah mengenai mencocokkan angka, bentuk dan warna, jadi langkah-langkah yang dilakukan untuk membuat permainan pembelajaran ini adalah sebagai berikut berikut:

- Buat bentuk-bentuk bangun datar dari kardus bekas seperti bentuk persegi, persegi panjang, bulat, segitiga dan persegi lima. Masing-masing bentuk cukup 5 buah.

- Setelah bentuk-bentuk tersebut jadi, lalu warnai dengan spidol masing2 bentuk. Jadi, satu warna untuk lima buah bangun datar. Jika ada yang ingin bentuk lain pun tidak masalah. Dan jika ingin menggunakan kertas origami yang berwarna pun boleh-boleh saja.

- Karena ada 5 bentuk bangun datar, maka akan ada 25 potongan kardus yang berbentuk.

- Kemudian membuat potongan persegi dari sisa kardus bekas, atau bisa cukup menggunakan kertas polos. Potongan ini dibuat sebanyak kurang lebih 25 buah, yang kemudian akan ditulis dua angka antara 0 sampai 9, secara berpasangan, contoh misalkan angka 18, 26 atau 30.

- Lalu ambil kardus bekas lain untuk dibuat seperti papan kira-kira ukuran 15 cm - 20 cm, ukuran tergantung selera saja. (Disini saya menggunakan kotak bekas minuman suplemen yang kebetulan kartonnya tebal dan ada seperti 'sliding box')

- Buatlah dikarton tadi semacam tabel sederhana dengan 4 bagian yang isinya angka dari 0 sampai dengan 9. Kemudian diisi juga dengan gambar bentuk bangun datar (sesuai bentuk yang dibuat diawal penjelasan), lalu warnai sesuai warna yang digunakan pada potongan kardus di atas.

- Buat gambar 2 persegi pada bagian bawah lembar kardus tadi untuk meletakkan kertas atau karton yang sudah diwarnai dan ditulis angka.


Cara menggunakan permainan pembelajaran ini cukup mudah, yaitu;

- Ambil satu kertas/karton yang berisi 2 angka.

- Lalu cari padanan angka pada kertas/karton sesuai dengan bentuk dan warnanya. 


Permainan ini adalah permainan sambil belajar, dimana anak-anak akan belajar mengenal angka dari 0-9, lalu mengenal huruf, mengenal bentuk dan warna-warni. Selain itu anak juga belajar untuk berkonsentrasi mencari jawaban yang sesuai dan belajar bersabar, karena ini sangat menyenangkan dan menarik bagi anak.












Selasa, 05 Januari 2021

Stik Warna - Belajar dan Bermain

 

   Hari ini tetap masih di rumah saja, tidak kemana-mana. Anak-anak yang di bangku SD sedang berkutat dengan pembelajaran online. Ada yang sedang menonton video pembelajaran dan mengerjakan tugas yang diberikan guru, ada juga yang sambil mengulang pembelajaran sebelumnya. Sementara yang usia balita (tepatnya sudah 5 tahun), karena tidak bersekolah TK, jadi memulai pembelajarannya tergantung materi apa yang saya berikan 😊. Namun tetap melanjutkan apa yang sebelumnya sudah dia pelajari, yaitu menulis huruf dan beberapa kata, belajar membaca, belajar huruf hijaiyah, lalu belajar sambil bermain.

   Saya kurang pandai dalam urusan DIY (Do It Yourself) bahan bermain dan belajar. Jadi, terkadang saya ATM (Amati, Tiru, Amati) dari hasil mencari di mesin pencari (google) dan dari akun-akun di platform Instagram atau media sosial lainnya yang banyak menyediakan contoh-contoh bahan bermain sekaligus belajar. Beberapa contoh yang mudah untuk dibuat dan dipraktekkan ke si anak sudah saya aplikasikan. Oya, ada juga yang saya beli dari toko online khusus mainan dan belajar anak.

   Kali ini, dengan bahan perlengkapan yang ada (tentunya harus niat, ya), kita bermain sambil belajar mengenal warna, mencocokkan warna, menyambung warna yang sama dan membentuk suatu pola tertentu. Bahan yang dibutuhkan cukup mudah dan kebetulan tersedia di rumah, yaitu beberapa stik kayu (stik es krim), kardus bekas dan spidol warna-warni. Disini saya membuat dua jenis permainan sekaligus karena dua-duanya menggunakan bahan yang sama.

   Yang pertama dibuat adalah mewarnai satu sisi stik dengan spidol (ada 8 warna yang digunakan). Kemudian, potong-potong kardus bekas berbentuk persegi, lalu gambar pola seperti garis-garis yang berbeda warna disetiap lembar potongan kardus tadi. Cara bermainnya mudah, si anak akan mengikuti pola garis yang diberikan sesuai dengan warnanya. 

   Lalu yang kedua adalah juga mewarnai satu sisi stik namun dibagi menjadi 2 warna. Sesuaikan saja ingin warna apa dimasing-masing stik, disini saya menggunakan 14 stik. Cara bermainnya lebih mudah karena hanya menyambung-nyambungkan warna pada satu stik dengan stik lainnya. Saya memberikan satu stik kemudian si anak melanjutkannya tanpa diberikan aturan harus bentuk sesuatu. Namun kebetulan saat bermain tadi, si anak dengan sendirinya mau membentuk angka 3 dan angka 8.

   Bermain sambil belajar memang lebih seru dan pasti lebih disenangi anak, karena tidak ada kekakuan, dilakukan juga dengan asyik dan gembira. Dengan menggunakan stik kayu dan spidol berwarna ini pun si anak sudah bisa melakukan kegiatan yang menggembirakan tapi mendapatkan manfaat, seperti mengenal warna (sambil kita sebutkan dalam bahasa Inggris juga bisa dilakukan), lalu mengenal bentuk/pola tertentu dan juga melatih daya kreativitasnya. Masih banyak PR saya dalam hal ini dan kami sama-sama berusaha untuk mencari dan mengembangkan sesuatu yang dapat digunakan sebagai media bermain dan belajar secara sederhana dan menyenangkan.










 


Referensi:

Berbagai sumber

Foto pribadi

Jumat, 25 September 2020

Dakon, Mainan Dulu Kala Sampai Sekarang

 Dakon

Mengingat permainan tradisional jaman dahulu yang sering saya mainkan adalah permainan dakon. Dakon juga sering disebut juga permainan congklak. Permainan ini setahu saja berasal dari Jawa, namun ada juga dari beberapa daerah dengan sebutan masing-masing.
Permainan dakon atau congklak ini mengajarkan kita tentang ketekunan, ketepatan, kejujuran, berhitung hingga kesabaran. Pada permainan ini, si pemain harus berusaha untuk mengumpulkan biji sebanyak-banyaknya dengan cara dan aturan dari permainan ini.
Cara memainkan permainan tradisional ini yaitu dengan menggunakan sebuah papan kayu persegi panjang yang mempunyai cekungan minimal empat belas cekungan kecil dan dua cekungan besar di bagian pojok, serta minimal sembilan puluh delapan biji dakon, yang bisa berasal dari kerikil, biji buah sawo, atau cangkang kerang kecil.
Permainan ini biasanya dilakukan dua pemain. Setelah empat belas cekungan tersebut diisi masing-masing tujuh biji dakon, maka permainan bisa dimulai dengan bergantian mengambil biji tersebut lalu dipindahkan dari cekungan kecil ke cekungan kecil yang lainnya dengan menaruh biji di cekungan besar satu (milik sendiri) dan mengabaikan cekungan besar kedua (milik lawan). Dan saat biji yang diputar berhenti cekungan kosong, putaran berhenti.
Dakon atau congklak sampai sekarang masih suka dimainkan. Media bermain dakon pun sekarang ada yang terbuat dari plastik. Saya juga terkadang ikut bermain dengan anak-anak, karena memang permainan ini menurut saya tidaklah membosankan tetapi sangat seru.


*referensi: google



Bundles of Stories - Simplicity Writing

Waktu itu Berharga

    Aku menutup buku catatan harianku setelah selesai menuliskan rencana kegiatan untuk esok hari. Ini satu diantara kegiatan di akhir har...