Sabtu, 02 Januari 2021

Berlibur santai di Pantai Lamaru

  Jika kita menjelajah di internet dan mencari apa saja tujuan wisata di kota Balikpapan, Kalimantan Timur, satu diantaranya pasti akan muncul pantai Lamaru. Pantai yang dikelola oleh pihak swasta ini berada di daerah kecamatan Lamaru, kurang lebih setengah jam perjalanan dari kota Balikpapan. Dan untuk masuk ke pantai Lamaru ini, kita akan dikenakan biaya tiket masuk per kendaraan dan biaya per orang antara 25 ribu sampai 30 ribu, tergantung waktu berkunjung di hari kerja atau akhir pekan.

   Pantai ini cukup menarik banyak pengunjung meskipun harus berbayar diatas harga tiket pantai lain disekitarnya. Saat masuk ke lokasi pantai akan kita lihat banyak pohon cemara dan ini menjadi salah satu spot menarik untuk berfoto. Di lokasi pantai ini kita tidak perlu lagi memikirkan uang kecil untuk ke toilet. Mushola dan kios-kios makanan pun tersedia disana. Kita juga bisa menyewa tikar jika ingin bersantai sejenak menikmati angin semilir dibawah pohon-pohon. Tak jarang banyak pengunjung yang sudah siap sedia dengan tikar, tenda, tempat tidur gantung (hammock) dan membawa perbekalan makanan.

   Areal pantai Lamaru ini cukup luas. Anak-anak pun cukup bebas bisa bermain pasir dan air di pesisir pantainya, tentunya dengan pengawasan orang tua. Banyak juga yang memanfaatkan hembusan angin untuk bermain layang-layang. Bagi yang ingin menikmati suasana pepohonan di lokasi pantai pun bisa menyewa mobil mini golf untuk mengitari areal selama 30 menit dengan tarif antara 150 ribu sampai 200 ribu tergantung pilihan kapasitas penumpang pada mobil. Ada juga kolam untuk bermain sepeda air yang cukup menyenangkan bagi anak-anak.

   Kami senang berkunjung ke pantai Lamaru ini karena lokasinya yang menurut kami cukup nyaman dan bersih. Menghirup udara segar yang tentunya lebih sehat jika dibandingkan udara saat di kota. Akhir pekan adalah waktu yang cocok untuk menikmati indahnya suasana pantai ini sambil melepas penat sejenak. Oya, di pintu masuk ke lokasi pantai ada bangunan Masjid Cheng Ho yang tentunya juga memudahkan pengunjung untuk beribadah selain mushola yang tersedia didalam tadi. Jadi, menikmati hari libur tidak harus di rumah saja, di Mall atau Plaza. Sesekali bersantai di pantai mencari ion negatif yang baik bagi tubuh pun bisa dilakukan (lain kali pun bisa kita berkunjung ke pegunungan). 






Referensi:

Foto koleksi pribadi

https://kaltim.idntimes.com/travel/destination/melani-indra-hapsari/santai-sejenak-di-pantai-lamaru-balikpapan

http://zeeox.co.id/ion_negatif.html







Jumat, 01 Januari 2021

Tahun Baru... Jadi Lebih Baik...

 


   Angka tahun berubah menjadi 2021. Ya, benar sekali, sekarang sudah berada di tahun yang baru yaitu tahun 2021. Selamat mengenang tahun sebelumnya dan menjadikannya bekal dan pelajaran di tahun baru ini. Hal-hal baik tentu saja diharapkan akan tetap terjadi dan menjadi lebih baik lagi. Sementara hal-hal tidak baik berusaha untuk dihindari dan dihilangkan agar tidak terjadi lagi. Tentu saja dengan berusaha sebaik mungkin dan tidak lupa selalu berdoa dan meminta kepada Allah SWT segala kebaikan dan kebahagiaan.

   Ada yang sedikit berbeda dimalam pergantian tahun 2020 ke 2021 kali ini. Sebenarnya berbeda disini adalah karena saat-saat sebelumnya biasanya ada beberapa tempat yang mengadakan acara puncak pergantian tahun lengkap dengan meriahnya kembang api. Namun tahun 2020 ini merupakan tahun dimana pandemi Covid-19 melanda negeri ini, sehingga mau tidak mau segala aktivitas yang mengundang banyak massa ditiadakan oleh pemerintah. Mungkin ada yang merasa keberatan, namun tak sedikit pula yang biasa-biasa saja dengan hal ini.

   Sepertinya masyarakat sudah terbiasa dengan keadaan di era adaptasi kehidupan baru, dimana kita saat ini hidup berdampingan dengan Covid-19, sehingga untuk menyongsong pergantian tahun 2021 pun diadakan di rumah saja dan berkumpul dengan keluarga. Dari beberapa dokumentasi teman-teman saya yang diunggah di media sosial pun banyak terlihat mereka tetap gembira di rumah saja, memasak dan makan-makan bersama keluarga. Tak terkecuali, saya dan keluarga pun demikian. Ya, karena kami juga dari dahulu memang lebih senang di rumah.

 Kegiatan menyambut pergantian tahun baru ini sebenarnya adalah semacam bentuk untuk mengekspresikan rasa sukacita menuju tahun yang baru, dengan harapan segala sesuatunya akan menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Dan selanjutnya adalah tugas kita untuk menyusun rencana akan melakukan apa di tahun yang baru ini dan memanjatkan doa juga harapan terbaik setiap harinya sepanjang tahun ini.

   Bagi yang merasa biasa-biasa saja dan tidak merayakan pergantian tahun baru masehi ini pun tidak ada masalah, karena ini adalah masalah keyakinan masing-masing orang. Ini adalah sebuah pergantian angka, penambahan angka pencatatan tahun, sebab yang terpenting disini adalah intropeksi diri dari yang sebelumnya lalu meningkatkan diri menjadi lebih baik.

   Selamat membuat visi, misi dan resolusi baru yang lebih baik lagi. Semoga kita semua selalu dilindungi Allah SWT, selalu diberi keteguhan iman, kesehatan, kesejahteraan dan segala kebaikan. Tak lupa berharap agar pandemi Covid-19 segera hilang dari negeri ini. Semangat, salam sejahtera, selalu berpikir positif dan bahagia. ❤

   















Bundles of Stories - Simplicity Writing

Waktu itu Berharga

    Aku menutup buku catatan harianku setelah selesai menuliskan rencana kegiatan untuk esok hari. Ini satu diantara kegiatan di akhir har...